Dukungan Penuh Walikota Depok Dalam Upaya Memajukan Seni dan Budaya Di Kota Depok

Depok— Walikota Depok, Mohammad Idris mendukung secara penuh upaya dalam memajukan kesenian dan budaya baik secara aturan maupun secara pembangunan fasilitasnya di Kota Depok ini. Pemkot Depok telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait Calender Of Event (COF)-Keriaan Depok (KEPO) Tahun 2023, yang akan berkolaborasi dengan mitra-mitra Pemkot.


Pada event Lebaran Depok, Pemkot Depok mengikutsertakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi peserta program Wirausaha Baru (WUB) dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Depok.


Walikota Depok menjelaskan Calender Of Event ada sekitar 13-14 event dalam setiap bulannya sampai setahun. event terbesar adalah Lebaran Depok yang melibatkan seluruh sanggar di Kota Depok. Dalam hal ini tentunya melibatkan unsur-unsur  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dalam Lebaran Depok. Tidak hanya menampilkan seni dan budaya lokal, masyarakat juga dipertunjukkan dengan beragam seni budaya yang ada di Kota Depok.


Berbagai Program digulirkan Pemkot untuk tetap melestarikan seni budaya khas Depok. Pemkot Depok telah menyalurkan anggaran sebanyak Rp 3 milyar untuk beragam kegiatan dan hibah bagi sanggar-sanggar.


Kemudian ada pembinaan terhadap sanggar-sanggar Kota Depok sendiri memiliki kurang lebih 130, baik dilingkup nasional maupun internasional. Salah satunya Ayodya Pala yang memiliki sanggar tesebar di 11 kecamatan.


Walikota Depok menyampaikan sudah membentuk dewan kebudayaan, sudah mempunyai Peraturan Daerah (PERDA), membentuk tim cagar budaya, serta Depok masuk dalam jejaring Kota kreatif dibawah naungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Saat ini sedang mengikuti seleksi kreatif city dibawah naungan UNESCO, Pemkot bekerjasama dan berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik dengan Kedutaan Besar Belanda jejaring internasional dan mempunyai wacana untuk kawasan Heritage Depok Lama. 


Dikatan Walikota Depok juga berbagai suku dan etnis ada di depok. Suku dan etnis yang terbanyak di Depok adalah Betawi Depok. Dalam Peraturan Guberner Jawa Barat, Depok adalah salah satu jenis suku atau etnis yang ada di Jawa Barat yaitu Melayu Betawi. Namun, didalam Perda Depok istilahnya menjadi Betawi Depok. Karena, Melayu Betawi dengan Betawi Depok ada perbedaannya. Dulu dikenalnya sebagai Betawi Ora sedangkan sekarang dikenal sebagai Betawi Depok. 


Kota Depok adalah Kota Urban dengan perkembangan migrasi yang cukup signifikan yaitu 3,4% pertahunnya. Pemkot mengakomodir seluruh seni budaya nusantara yang ada di Depok dan yang terbesar adalah Jawa ada 30-32%, Sunda 19-20%, Minang, dan terus merata selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAX Di Margonda City Resmi Dibuka!

Filosofi Logo Kota Depok

Pendidikan di Kota Depok yang Belum Merata