Depok Yang Sering Disebut Kota Layak Anak, Tapi Malah Angka Tawuran Remaja Sangat Tinggi

Sumber Illustrasi: google

Depok – Selama Bulan Ramadhan, setidaknya sudah ada 367 remaja di Kota Depok yang di amankan akibat tawuran. Mereka rata-rata masih berstatus sebagai pelajar.

 

Menurut data yang dihimpun, selama periode 23 Maret hingga 14 April, terdapat sebanyak 63 kali aksi tawuran remaja yang terjadi di 11 kecamatan di Kota Depok. Kebanyakan pelaku adalah pelajar-pelajar SMA sederajat dengan rentang usia 16-19 tahun.

 

Dalam satu malam, bisa terjadi dua sampai tiga potensi tawuran yang dapat di cegah maupun sudah kejadian.

 

Barang bukti yang di amankan diantaranya berbagai jenis senjata tajam seperti, celurit yang berjumlah 16 buah, lalu ada pedang samurai tiga buah, golok dan gunting. Serta beberapa barang bukti lain seperti stik golf, dan sarung yang di ikat dan dibentuk pecut bahkan hingga di ikat kawat.

 

Atas kasus ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyinggung soal komitmen daerah untuk berstatus Kota Layak Anak (KLA).

 

"Pemerintah daerah yang telah memiliki komitemen untuk melaksanakan kebijakan Kabupaten atau kota layak anak, diharapkan dapat benar-benar dapat melakukan upaya pemenuhan seluruh hak anak yang meliputi pemenuhan hak sipil, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, dan perlindungan khusus bagi anak," kata Deputi Perlindungan Anak, Nahar, pada Jumat (14/4/2023)

 

Menurut Nahar, status Depok saat ini masih belum dapat dikatakan Kota Layak Anak. Namun Kota Depok disebut terus berbenah menuju status tersebut. Menurutnya untuk saatnya Kota Depok masih dua tahap lagi menuju Kota Layak Anak.

 

Selain Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), KPAI juga turut bersuara. Komisi Perlindungan Anak (KPAI) meminta agar 367 remaja yang terlibat tawuran tersebut tidak di berhentikan dari sekolah.

 

"Anak-anak tersebut jangan diputus pendidikanya alias jangan dikeluarkan dari sekolah. Jika mereka terputus akses pendidikannya, kita akan semakin sulit lagi memperbaikinya," ucap Komisioner KPAI, Dian Sasmita, Jumat (14/4/2023).

 

Menurutnya, Pendidikan adalah tempat yang tepat untuk membimbing anak-anak tersebut, anak akan memiliki kemampuan untuk mencerna mana yang baik dan buruk. Karena lewat Pendidikan, anak belajar untuk mengembangkan kemampuan diri dan sosialnya.

 

Tentunya, tawuran remaja yang kerap terjadi di Kota Depok selama Bulan Ramadhan sudah sangat meresakan banyak pihak. Maka dari itu Polres Metro Depok akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap remaja-remaja di malam hari.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMAX Di Margonda City Resmi Dibuka!

Filosofi Logo Kota Depok

Pendidikan di Kota Depok yang Belum Merata